Minggu, 15 Juni 2014

"psikologi pendidikan"


Selayang pandang psikologi pendidikan
Latar Belakang Historis

Bidang psikologi pendidikan didirikan oleh beberapa perintis bidang psikologi sebelum awal abad ke-20. Ada tiga perintis terkemuka yang muncul di awal sejarah psikologi pendidikan.

William James.
Beberapa setelah meluncurkan buku ajaran psikologisnya yang pertama, Principles of Psychology (1890), William James (1842-1910) memberikan serangkaian kuliah yang bertajuk “Talks to Teacher” (James, 1899/1993) yang mendiskusikan aplikasi psikologi untuk mendidik anak. James mengatakan bahwa eksperimen psikologi di laboratorium sering kali tidak bisa menjelaskan kepada kita bagaimana cara mengajar anak secara efektif. Proses belajar dan mengajar di kelas guna meningkatkan mutu pendidikan merupakan hal terpenting. Salah satu rekomendasinya adalah mulai mengajar pada titik yang sedikit lebih tinggi di atas tingkat pengeluaran dan pemahaman anak dengan tujuan untuk memperluas cakrawala pemikiran anak.

John Dewey.
Aplikasikan psikologi di tingkat praktis merupakan buah fikiran utamanya. Banyak ide-ide penting dari John Dewey (Glasseman, 2001, 2002) diantaranya, pertama, pandangan mengenai anak sebagai pembelajar aktif (active learner). Sebelum Dewey mengemukakan pandangan ini, ada keyakinan bahwa anak-anak mestinya duduk diam di kursi mereka dan mendengarkan pelajaran secara pasif dan sopan. Sebaliknya, Dewey percaya bahwa anak-anak akan belajar dengan baik jika mereka aktif. Kedua, ide bahwa pendidikan seharusnya difokuskan pada anak secara keseluruhan dan memperkuat kemampuan anak untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Dewey percaya bahwa anak-anak seharusnya tidak hanya mendapatkan pelajaran akademik saja, tetapi juga harus diajari cara untuk berfikir dan beradaptasi dengan dunia di luar sekolah. Anak-anak harus belajar agar mampu memecahkan masalah secara reflektif. Ketiga, gagasan bahwa semua anak berhak mendapat pendidikan yang selayaknya. Cita-cita demokrasi ini pada masa pertengahan abad ke-19 belum muncul, sebab saat itu pendidikan hanya diberikan pada sebagian kecil anak, terutama anak keluarga kaya. Dewey adalah salah seorang psikolog yang sangat berpengaruh, seorang pendidik yang mendukung pendidikan yang layak bagi semua anak, lelaki maupun perempuan, dari semua lapisan sosial-ekonomi dan etnis.

E. L. Thorndike.
Memberikan banyak perhatian pada penelitian dan pengukuran dan perbaikan dasar-dasar belajar secara ilmiah. Thorndike berpendapat bahwa salah satu tugas pendidikan di sekolah yang paling penting adalah menanamkan keahlian penalaran anak. Thorndike sangat ahli dalam melakukan studi belajar dan mengajar secara ilmiah (Beatty, 1998). Thorndike mengajukan gagasan bahwa psikologi pendidikan harus punya basis ilmiah dan harus berfokus pada pengukuran (O'Donnell & Levin, 2001).

Diversitas dan Psikologi Pendidikan Awal.
Tokoh paling menonjol dalam sejarah awal psikologi pendidikan kebanyakan adalah pria berkulit putih. Sebelum ada perubahan undang-undang dan kebijakan hak-hak sipil pada 1960-an, hanya ada segelintir tokoh non-kulit putih yang berhasil mendapatkan gelar dan bisa menembus rintangan diskriminasi rasial untuk melakukan riset di bidang ini (Banks, 1998). Dua tokoh Amerika keturunan Afrika-Amerika (Clark & Clark, 1939). pada 1971, Kenneth Clark menjadi orang Afrika-Amerika pertama yang menjadi presiden dari negara latin, George Sanchez melakukan riset yang menunjukkan bahwa tes kecerdasan secara kultural telah dibiaskan dan merugikan anak-anak etnis minoritas.

Seperti minoritas etnis lainnya, perempuan juga menghadapi rintangan untuk mendapatkan pendidika yang lebih tinggi dan karenanya dianggap lambat dalam mendapatkan pengakuan atas konstribusi mereka terhadap riset psikologis. Salah satu orang yang sering diabaikan dalam sejarah psikologi pendidikan adalah Leta Hollingworth. Dia adalah orang pertama yang menggunakan istilah gifted untuk mendeskripsikan anak-anak yang mendapatkan skor istimewa dalam tes kecerdasan (Hollingworth, 1916).

Perkembangan Lebih Lanjut.
Pendekatan Thorndike untuk studi pembelajaran digunakan sebagai panduan bagi psikologi pendidikan di paruh pertama abad ke-20. Dalam ilmu psikologi Amerika, pandangan B. F. Skinner (1938), yang didasarkan pada ide-ide Thorndike, sangat memengaruhi psikologi pendidikan pada pertengahan abad ke-20. Pendekatan perilaku ala Skinner menggunakan cara menentukan kondisi terbaik untuk belajar secara tepat. Skinner berpendapat bahwa mental yang dikemukakan oleh psikolog seperti James dan Dewey adalah proses yang tidak dapat diamati dan karenanya tak bisa menjadi subjek studi psikologi ilmiah. Yang menuntutnya adalah ilmu tentang perilaku yang dapat diamati dan ilmu tentang kondisi-kondisi yang mengendalikan perilaku. Pada 1950-an, Skinner (1954) mengembangkan konsep progremmed learning (pembelajaran terprogram), yakni setelah murid melalui serangkaian langkah ia harus terus didorong (reinforced) untuk mencapai tujuan dari pembelajaran. Skinner menciptakan sebuah alat pengajaran yang berfungsi sebagai tutor dan mendorong murid untuk mendapatkan jawaban yang benar (Skinner, 1958).

Tahun 1950-an Benjamin Blomm menciptakan taksonomi keahlian kognitif yang mencakup pengingat, pemahaman, synthesizing, dan pengevaluasian, yang menurutnya harus dipakai dan dikembangkan oleh guru untuk membantu murid-muridnya (Bloom & Krathowohl, 1956). “Perspektif kognitif mengimplikasikan bahwa analisis behavioral terhadap pembelajaran sering kali tidak cukup untuk menjelaskan efek dari instruksi terhadap pembelajaran.” Annual Review of Psychology (Wittorock & Lumsdaine, 1977). Revolusi kogitif mulai berlangsung pada 1980-an dengan mengaplikasikan konsep psikologi kognitif—memori, pemikiran, penalaran, dan sebagainya—untuk membantu murid belajar. Menjelang akhir abad ke-20 banyak ahli psikologi pendidikan kembali menekankan pada aspek kognitif dari proses belajar seperti pernah didukung oleh James dan Dewey pada awal abad ke-20. Selama dekade terakhir abad ke-20, ahli psikologi pendidikan juga semakin memerhatikan pada aspek sosiemosional dari kehidupan murid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar